Arti investasi yang benar perlu diketahui oleh orang yang punya minat untuk berinvestasi. Namun, bagi kebanyakan orang perencanaan keuangan masih menjadi salah satu kegiatan yang masih dianggap remeh, padahal dari sini kita bisa mendapatkan kesadaran dan dorongan untuk berinvestasi. Bahkan sebagian besar pembicaraan mengenai keuangan juga dianggap sesuatu yang tabu, sehingga menjadikan dorongan investasi semakin kecil. Pada artikel ini akan menjelaskan tentang dan arti investasi yang benar.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Investasi merupakan kegiatan menanamkan uang untuk tujuan memperoleh keuntungan. Dari sudut pandang ekonomi bisa diartikan pula sebagai menunda konsumsi saat ini dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan sebagai konpensasi atas waktu dan resiko terkait dengan investasi yang dilakukan.
Baca Juga : 4 Cara Sukses Ala Milenial
Mengapa Kita Harus Berinvestasi?
Investasi dapat melindungi nilai aset yang kamu miliki dari tingginya inflasi yang menyebabkan nilai daya beli uang yang dimiliki turun. Dengan berinvestasi dapat memenuhi kebutuhan di masa mendatang. Maka dari itu, investasi sebaiknya dilakukan sejak dini.
Namun sebelum berinvestasi, maka pola pikir yang dimiliki tetang investasi harus dibenahi terlebih dulu, hal ini akan membuat kamu yakin bahwa investasi yang benar bisa dilakukan oleh semua orang dan kalangan.
Investasi tidak hanya untuk orang kaya
Pola pikir banyak orang, kegiatan investasi hanya diperuntukkan untuk orang mampu atau kaya. Padahal pemahaman tentang investasi tersebut salah. Hal ini sering kita dengar sehingga tidak sedikit dari kita juga beranggapan bahwa hanya orang-orang yang memiliki dana lebih yang bisa berinvestasi. Sedangkan, orang yang tidak memiliki dana berlebih tidak perlu berinvestasi. Hal ini merupakan persepsi yang keliru, karena investasi adalah kendaraan yang bisa mengubah nasib seseorang.
Investasi dapat dilakukan oleh siapapun juga tidak peduli berapa tingkat kekayaan yang dimilikinya. Meskipun ada instrumen investasi yang hanya bisa diakses oleh orang-orang kaya, namun tidak sedikit pula instrumen investasi yang bisa dipilih dari penawaran yang masih terjangkau.
Berharap Tidak Ada Resiko Untuk Hasil yang Tinggi
High Risk, High Return. Low Risk, Low Return. Ungkapan ini merupakan hukum dari investasi. Hasil yang didapatkan dari berinvestasi akan berbanding lurus dengan tingkat resikonya. Jika berinvestasi pada instrumen yang memiliki tingkat resiko yang kecil maka hasil (keuntungan) yang didapatkan akan kecil, begitu pula sebaliknya. Jadi, jangan mudah tergiur dan percaya dengan tawaran hasil berlimpah dari investasi yang ditawarkan.
Baca Juga : Bidik 5 Keuntungan Membeli Rumah Siap Huni
Deposito adalah Investasi
Perlu diketahui bahwa tidak semua hal/aktivitas bisa disebut investasi. Sebagai contoh deposito. Bagi kebanyakan orang masih menganggap deposito sebagai instrumen investasi. Faktanya, return yang ditawarkan bunga deposito saat ini masih dibawah tingkat inflasi, karena tetap dikenakan potongan pajak. Jadi pertimbangkan kembali untuk return yang diberikan dari instrumen investasi dalam bentuk deposito.
Setelah mengetahui kesalahpahaman dalam berinvestasi semoga kamu bisa memilah mana yang harus dilakukan dan tidak dilakukan ketika memutuskan untuk mulai berinvestasi.
Semoga artikel ini bermanfaat.
